Sabtu, 30 September 2017

STMIK Pringsewu Gelar Yudisium 128 Mahasiswa

Lampost.co/Widodo

STMIK Pringsewu Gelar Yudisium 128 Mahasiswa

PRINGSEWU (Lampost.co) – STMIK Pringsewu menggelar yudisium/penglepasan sarjana yang berlangsung di aula kampus setempat,  Selasa (22/8/2017).
Pelaksanaan yudisium diikuti 128 mahasiswa, yaitu jurusan Sistem Informasi meluluskan 125 sarjana komputer, Jurusan Manajemen Informatika meluluskan 3 profesional A.Md. Yudisium dilaksanakan berdasar pada Surat Keputusan (SK) Ketua STMIK Pringsewu Nomor 667/SK/STMIK.P/VIII/2017 tanggal 22 Agustus 2017.
Kegiatan yudisium dihadiri Ketua Yayasan Fauzi, yang juga Wakil Bupati Pringsewu,  Ketua STMIK Pringsewu Rita Irviani, Wakil Ketua I Elisabet Y.A., Wakil Ketua III Nur Aminudin, Ketua Prodi Sistem Informasi Tri Susilowati,  Ketua Prodi Manajemen Informatika Oktafianto, Ka. SDM Dedi Irawan, serta jajaran pengajar STMIK setempat.
Ketua STMIK Pringsewu Rita Irviani memberikan arahan pada yudisium 128 mahasiswa di kampusnya, Selasa (22/8/2017).  Lampost.co/Widodo
Ketua STMIK Pringsewu Rita Irviani dalam sambutan  menyampaikan selamat kepada semua peserta yudisium kelulusan. Dia  berharap dengan menyandang lulusan STMIK Pringsewu hendaknya para lulusan berkomitmen untuk menjaga nama baik almamater. "Mudah-mudahan Allah swt. senantiasa memberikan berkah, ilmu bermanfaat serta menjadi lulusan yang berguna bagi keluarga, agama dan bangsa," ungkapnya.
Menurut Rita, menjadi kebahagiaan tersendiri untuk semua mahasiswa yang lulus tahun ini, semoga kesuksesan ini menjadi langkah awal untuk kesuksesan di masa mendatang. 

Mahasiswa STMIK Pringsewu Bentuk Komunitas Design

Harianlampung.com - Perkumpulan mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Pringsewu, Lampung mendirikan komunitas STMIK Pringsewu Design Community (SPDC).

Komunitas SPDC dibentuk sebagai sarana menggali potensi  mahasiswa STMIK Pringsewu dalam bidang mendesign, baik  grafis ataupun desain multimedia.

Terbentuknya komunitas ini mendapat respon positif pihak Yayasan Startech Pringsewu diantaranya, Ketua Yayasan H. Fauzi, Ketua STMIK Pringsewu Rita Irviani serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyaraka (LPPM) STIMIK Pringsewu, Andreas Andoyo.

Menurut Andreas Andoyo saat ini ada sekitar 170 mahasiswa. "Grand Launching SPDC ini sudah digelar, Minggu(18/1) di aula STIMIK Pringsewu," kata Andoyo pada harianlampung.com, Senin (19/12).

Sementara Ketua Yayasan Startech Pringsewu, H. Fauzi mengaku, bangga terhadap semangat  mahasisa dalam membentuk komunitas SPDC ini. "Saya berharap kedepan akan lebih banyak lagi kominitas serupa yang dibentuk para mahasiswa untuk menunjang pengembangan bakat  dan ilmu yang didapat di bangku kuliah," ungkap Fauzi.

Senada dengan Fauzi, Ketua STMIK Pringsewu Rita Irviani mengatakan, mahasiswa harus memiliki nilai lebih berupa keterampilan spesifik untuk menunjang pengembangan ilmu yang didapat di bangku kuliah."Saya berharap komunitas ini dapat menjadi motivasi dan wadah para  mahasiswa menemukan potensi di bidang desain," kata Rita.

Terpisah pembina SPDC Ahmad Khumaidi menjelaskan, komunitas ini merupakan wadah  berkumpulnya para mahasiswa untuk belajar mendesain."SPDC dibetuk berdasarkan solidaritas para mahasiswa sesuai motto berkarya nyata berbakti pada nusa dan bangsa,"terangnya .

Dia berpesan para mahasiswa STMIK Pringsewu yang tergabung dalam komunitas SPDC, lebih mengutamakan kepentingan organisasi dari pada kepentingan pribadi.
(sulistiyo/mnz/eh)

Sujadi Lepas Mahasiswa STMIK Dan STIT

PRINGSEWU-(PeNa), Bupati  Pringsewu, Sujadi melepas  mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu guna melaksanakan KKN pada wilayahnya, di pendopo Pemkab Pringsewu, Rabu (26/7).
Sujadi mengatakan bahwa mahasiswa tersebut rencananya akan melakukan Kuliah Kerja Nyata di wilayah Pringsewu. “Rencananya, mahasiswa kedua sekolah tinggi akan melaksanakan KKN selama 40 hari kedepan, seluruhnya berjumlah 304 mahasiswa STMIK, serta  29 mahasiswa STIT. Mereka akan disebar di 33 pekon atau desa di 8 kecamatan, dari 9 kecamatan yang ada di Pringsewu.” kata dia.
Bupati Sujadi juga berharap, semua mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dapat melaksanakan tugas dan pembelajaran dengan baik, sekaligus dapat turut  membantu dan menunjang pembangunan di masing-masing pekon yang menjadi sasaran. “Adik-adik mahasiswa nanti dapat belajar banyak dari pengalaman selama terjun langsung di tengah-tengah masyarakat,” ujar dia.
Didampingi kepala STMIK Pringsewu, Rita Irviani Fauzi, Sujadi juga mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.”Kami ingatkan, kepada mahasiswa untuk hati-hati dalam menggunakan medsos, termasuk dalam menerima dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya serta berita-berita palsu.” tegas dia. PeNa-spt.

STMIK-STIT Pringsewu Bekali Mahasiswa KKN

STMIK-STIT Pringsewu Bekali Mahasiswa KKN


PRINGSEWU—Sebanyak 400 mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Aula STMIK Pringsewu, Rabu (19/7). Menurut Wakil Ketua III STMIK Nur Aminudin, mahasiswa yang akan ikut KKN, diwajibkan mengikuti pembekalan agar mereka memahami potensi pekon tempat KKN. Dengan demikian, mahasiswa dapat membuat program yang sesuai dengan potensi dan kondisi pekon maupun masyarakatnya.
“Mahasiswa KKN harus berkonstribusi nyata, bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerintahan pekon,” harapnya.
Pembekalan mahasiswa peserta KKN, selain diisi oleh pihak kampus juga mengundang dari unsur pemerintahan di Kabupaten Pringsewu, diantaranya Malian Ayub, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pringsewu, Kepala Dinas Pendapatan & Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.
Sementara narasumber dari kampus disampaikan Nur Aminudin dengan materi “Pemanfaatan website pekon untuk pelayanan publik dan manajemen informasi pekon”.
Menurut dia, Sistem Informasi Pekon (SIP) merupakan sebuah bangunan yang menghubungkan antar fungsi pengelolaan data dan informasi secara utuh di lingkup pekon. Fungsi-fungsi ini berada melebur dalam peran dan lembaga yang aktif di pekon.
Aplikasi perangkat lunak SIP adalah salah satu bagian dari bangunan besar SIP tersebut. Aplikasi SIP adalah alat olah data dan informasi berbasis komputer yang akan menjadi salah satu rujukan dasar dan pemberi fungsi layanan. Sistem ini akan berjalan baik dalam ranah offline maupun online.
Pada bentuknya yang offline, SIP telah terbangun dalam sebuah jaringan data dan informasi di kantor pekon. Pada bentuknya yang online, SIP akan terbangun dan terhubung dalam jaringan data dan informasi berbasis internet, yang menjalinkan pekon yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu dengan dunia luar.
Sebagai sebuah media publik, website pekon membutuhkan tim pengelola. Media ini bisa dikelola secara kolaboratif antara Pemerintah Pekon dengan pegiat lembaga kemasyarakatan di tingkat pekon. SIP pada dasarnya dibangun dengan memberikan ruang kolaborasi sesuai dengan fungsi dan kewenangan dalam pengelolaan data dan informasi.
Website Pekon dibangun dengan tujuan sebagai media informasi resmi tentang pekon, yang dibangun dan dikelola oleh tim pekon setempat. SIP ketika aktif di sistem online bisa otomatis menjadi website pekon. Secara teknis, website pekon ini telah dirancang memiliki peta situs yang bisa memuat fungsi-fungsi olah data dan informasi yang berguna untuk menunjang aspek pelayanan publik di tingkat pekon.
Beragam data dan informasi yang bersifat publik akan sangat terbuka dan mudah dikelola dalam website pekon yang berbasis SIP ini. Isi website ini kemudian diharapkan bisa diakses dan dimanfaatkan oleh publik luas sebagai sasaran. Tidak hanya penduduk pekon setempat yang bisa mengakses website pekon yang menjadi target, tetapi juga masyarakat umum, pemerintah, swasta, akademisi, dan badan/lembaga publik lainnya yang memiliki kepentingan dengan pekon setempat.
Publikasi atas layanan informasi publik yang terbuka ini nanti bisa didukung dengan penggunaan media jejaring sosial yang tepat dan optimal, seperti facebook, twitter, Google+, YouTube.
Sudewi, Ketua Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata STMIK Pringsewu mengatakan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu–ilmu yang diperoleh dari Perguruan Tinggi di masyarakat. Pelaksanaan KKN sebagai wahana pengabdian masyarakat diharapkan juga dapat mengembangkan kemampuan praktis mahasiswa dalam menyerap keahlian yang ada dimasyarakat.
Sehingga KKN diharapkan mampu membantu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang lahir dari proses pembangunan, pada hakekatnya merupakan pelaksanaan dari falsafah pendidikan nasional, dalam rangka Tri Darma Perguruan Tinggi
Sudewi menambahkan, KKN juga merupakan salah satu mata kuliah dalam perguruan tinggi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan segala tugas-tugas yang merupakan penerapan kegiatan akademik yang diwujudkan dalam kegiatan langsung oleh mahasiswa di lingkungan masyarakat atau lembaga. Harapannya, mahasiswa memperoleh pengalaman yang dapat meningkatkan kedewasaan atau profesionalisme  di bidangnya. “Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata STMIK Pringsewu akan dilaksanakan dari tanggal 26 Juli 2017 sampai dengan tanggal 2 September 2017,” ungkapnya. (HL)

PRINGSEWU Bupati Lepas Mahasiswa KKN STMIK dan STIT Pringsewu

Pringsewu, www.lampungmediaonline.com – Bupati  Pringsewu Hi.Sujadi melepas  mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu yang akan melaksanakan KKN di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Prosesi pelepasan berlangsung di pendopo Pemkab PringsewMahasiswa kedua sekolah tinggi yang akan melaksanakan KKN selama 40 hari kedepan, seluruhnya berjumlah 304 mahasiswa STMIK, serta  29 mahasiswa STIT. Mereka akan disebar di 33 pekon atau desa di 8 kecamatan, dari 9 kecamatan yang ada di Pringsewu.
Bupati Pringsewu Hi. Sujadi dalam sambutannya berharap para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dapat melaksanakan tugas dan pembelajaran dengan baik, sekaligus dapat turut  membantu dan menunjang pembangunan di masing-masing pekon yang menjadi sasaran. “Adik-adik mahasiswa nanti dapat belajar banyak dari pengalaman selama terjun langsung di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Bupati Pringsewu didampingi Ketua STMIK Pringsewu Hj.Rita Irviani Fauzi juga mengingatkan agar para mahasiswa berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk dalam menerima dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya serta berita-berita palsu (mega)

KPU PRINGSEWU GELAR SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BEKERJASAMA DENGAN LPPM STMIK PRINGSEWU

PRINGSEWU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pringsewu menyelenggarakan pendidikan pemilih dan peningkatan partipasi pemilih pemula melalui peran serta guru.
Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat STMIK Pringsewu, berlangsung Senin (16/5) di Aula KPU setempat.
Hadir pada acara tersebut, Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Tenggrono, serta lima komisioner Pringsewu yakni Ketua KPU Pringsewu Andreas Andoyo, beserta anggota H. Warsito, Hermansyah, Sofyan Akbar Budiman dan Agus.

STMIK Pringsewu Gelar Seminar Internasional

PRINGSEWU – STMIK Pringsewu menggelar Konferensi Mahasiswa Sistem Informasi (KMSI) ” The Important Role of Information and Comunication Technology (ICT) in Asean Free Trade Area (AFTA), di Aula STMIK Pringsewu, Jumat (6/6). Acara yang dibuka olehKetua STMIK Pringsewu, Rita Irviani, itu menghadirkan mnra sumber Prof. Dr. Styawan Widyarto dari Universitas Selangor (UNISEL) Malaysia.
Pada acara yang diikuti ratusan mahasiswa dan dosen STMIK Pringsewu itu, Fiqih Satria, mahasiswa STMIK semester VI, mengawali dengan presentasi berjudul “Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kualitas Beras Berbasis Website pada Kelompok Tani Pekon Sidoharjo”.
Prof. Dr. Styawan Widyato dari UNISEL, memaparkan Tema seminar The Important Role of Information and Comunication Technology (ICT) in Asean Free Trade Area (AFTA).Menurutnya, dalam AFTA sangat penting peranan  teknologi dan informasi.
Konsensus AFTA pada 28 Januari 1992, menurut Styawan, didasari keinginan para pemimpin Asia Tenggara untuk mengantisipasi ancaman ekonomi dari dunia.
“Maka, arus disiapkan sumber daya manusia yang berkualitas karena persaingan SDM yang sangat ketat dalam menyongsong perdagangan global,” kata Styawan.